KUPP Kelas III Jailolo, Rosihan Gamtjim
JAILOLO, Malut.net - Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Jailolo, mengumumkan penundaan keberangkatan kapal, akibat cuaca buruk yang diprediksi terjadi hari ini. Berdasarkan Peringatan dini dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sultan Babullah Ternate.
Wilayah Jailolo diperkirakan akan diguyur hujan lebat disertai angin kencang, berpotensi meningkatkan gelombang dan mengurangi jarak pandang di laut. Kondisi ini dinilai membahayakan keselamatan penumpang dan barang yang diangkut melalui jalur laut.
Sebagai langkah antisipasi, otoritas pelabuhan menerapkan sistem "buka-tutup" untuk keberangkatan kapal-kapal berukuran di bawah 35 GT, speedboat, dan kapal kayu. Keberangkatan baru akan diizinkan ketika cuaca membaik, dengan keputusan akhir berdasarkan pemantauan BMKG.
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Jailolo, Rosihan Gamtjim menghimbau kepada seluruh nahkoda kapal untuk tidak memaksakan keberangkatan hingga cuaca dinyatakan aman.
"Kami mohon pengertian dari para nahkoda dan pengguna jasa pelabuhan. Sistem buka-tutup ini diberlakukan untuk menjaga keselamatan bersama," ujar Rosihan.
Sistem buka-tutup merupakan langkah yang lazim diterapkan di Indonesia, terutama di wilayah yang rentan terhadap kondisi cuaca buruk. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir risiko kecelakaan dan kerugian akibat kondisi laut yang tidak menentu.
Pengumuman ini telah disebarluaskan kepada berbagai pihak terkait, termasuk Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Ditjen Hubla, dan berbagai asosiasi transportasi laut di wilayah Jailolo.(jopar).