Dema IAIN Ternate, Badwi Pina
TERNATE, Malut.net - Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate, meminta kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) gratiskan pendidikan di Maluku Utara.Permintaan itu disampaikan langsung di hadapan Gubernur dan Wakil Gubernur pada Forum Silaturahmi Gubernur dengan para Rektor, Dosen, dan Ketua BEM se-Maluku Utara, di Bela Hotel Ternate. Sabtu, (22/3/25).
Badwi Pina Ketua DEMA IAIN Ternate, menyampaikan bahwa Maluku Utara memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah, salah satunya di sektor pertambangan. Akan tetapi selama ini yang didapatkan masyarakat hanyalah dampak buruk dari proses industrialisasi itu.
"Maluku Utara ini sangat kaya, dari semua sektor kita kaya, apalagi di sektor pertambangan, banyak perusahan-perusahan besar yang beroperasi namun yang kita dapat lebih banyak dampak buruknya, seperti banjir dan kerusakan lingkungan lainnya." Tuturnya.
Badwi menyebutkan, sektor pertambangan masih sangat minim berkontribusi pada pembangunan SDM di Maluku Utara, jadi tidak ada keseimbangan dengan apa yang telah diambil, dan apa yang telah diberikan.
"Kontribusi pertambangan selama ini sangat minim disektor pendidikan yang mana ini untuk pembangunan SDM Maluku Utara" jelasnya.
Kata Badwi, ini harus menjadi atensi bagi Pemrov agar lebih memperhatikan soal kontribusi pertambangan terhadap pendidikan di Maluku Utara, sehingga dengan ini mungkin pendidikan di Maluku Utara dapat di Gratiskan.
"Hal ini mesti menjadi atensi Pemprov agar dapat mewujudkan pendidikan gratis di Maluku Utara" Terangnya.
Terakhir, Badwi juga meminta dukungan Pemrov dapat membantu mempercepat alih status kampus IAIN Ternate dari Institut Agama Islam Negeri Ke Universitas Islam Negeri.
"Saya sebagai ketua DEMA dalam kesempatan ini Meminta agar Pemrov dapat membantu untuk secepatnya IAIN Ternate beralih status ke UIN," pungkasnya. (Red).