![]() |
Kepala UPP Kelas III Jailolo, Rosihan Gamtjim Dok : Eas |
JAILOLO Malut.net -Menjelang musim mudik Lebaran 2025, Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Jailolo telah menyusun Rencana Operasi Angkutan Lebaran 1446 Hijriyah, untuk memastikan kelancaran arus penumpang dan barang.
Melalui siaran pers yang diterima media ini, pada Jum'at 21 Maret 2025 Kepala UPP Kelas III Jailolo, Rosihan Gamtjim menyatakan bahwa Evaluasi tahun sebelumnya menjadi dasar dalam menyusun strategi pelayanan yang lebih baik, terutama dalam menghadapi lonjakan jumlah pemudik dan potensi kendala operasional.
Kata Rosihan, Berdasarkan data tahun 2024, kunjungan kapal terbanyak di Pelabuhan Jailolo terjadi pada hari H Lebaran, dengan rata-rata 2 hingga 5 kapal per hari. Secara umum, kondisi cuaca relatif baik dengan gelombang berkisar 1 – 1,5 meter, memungkinkan aktivitas pelayaran berlangsung normal.
"Namun, salah satu tantangan utama adalah kapasitas dermaga yang belum mampu mengakomodasi kapal besar seperti KM Ngapulu, yang memiliki bobot 14.685 GT," katanya.
Sebagai solusi, Rosihan menambahkan bahwa kapal tersebut harus berlabuh di perairan dan menggunakan rede transport seperti kapal Pelra dan speed boat untuk mengangkut penumpang serta barang ke pelabuhan.
Berikut berdasarkan laporan operasional 2024, terdapat beberapa tantangan utama yang dihadapi
1. Kepadatan di terminal penumpang, terutama pada H-5 hingga H+3 Lebaran.
2. Sistem e-ticketing masih terbatas, dengan hanya 20% dari layanan kapal yang telah menerapkan sistem ini.
3. Rekayasa lalu lintas belum optimal, menyebabkan penumpukan kendaraan di sekitar pelabuhan.
Menyikapi evaluasi tersebut, UPP Jailolo berencana memperbaiki sistem operasional untuk Lebaran 2025, dengan berbagai strategi mitigasi yang lebih matang. Untuk menjamin kelancaran arus mudik dan balik, UPP Jailolo menyiapkan langkah-langkah berikut.
1.)Penyesuaian Jadwal dan Armada Tambahan
1. Penambahan jadwal keberangkatan pada rute-rute yang mengalami lonjakan penumpang.
2. Optimalisasi operasional kapal untuk menghindari keterlambatan dan antrian panjang.
2.) Peningkatan Sistem e-Ticketing
1. Mendorong penggunaan sistem tiket online untuk mengurangi antrian fisik.
2. Meningkatkan akses informasi real-time bagi calon penumpang melalui platform digital.
3.) Mitigasi Kemacetan di Akses Pelabuhan
1. Penerapan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan kendaraan.
2. Penyediaan area parkir tambahan bagi penumpang yang datang lebih awal.
4.) Antisipasi Cuaca Buruk dan Keamanan Pelayaran
1. Koordinasi ketat dengan BMKG untuk memantau kondisi cuaca dan gelombang laut.
2. Penyediaan tim darurat untuk menangani potensi gangguan operasional.
3. Pengawasan perairan dengan mengerahkan 36 personel patroli dan armada pengamanan.
Menurut data BMKG, kondisi cuaca selama periode angkutan Lebaran 2025 diperkirakan cukup menantang, dengan gelombang mencapai 2,5 meter dan kecepatan angin hingga 35 knot. Untuk itu, pihak pelabuhan telah menyiapkan kapal patroli kelas V serta rubber boat guna memastikan keselamatan penumpang dan awak kapal.
Sebagai pelabuhan strategis, Jailolo memiliki peran penting dalam mobilitas masyarakat dan distribusi logistik. Beberapa poin penting terkait infrastruktur pelabuhan:
1. Kedalaman kolam pelabuhan memungkinkan kapal besar bersandar dengan aman.
2. Kapasitas terminal penumpang terus ditingkatkan untuk mengakomodasi lonjakan penumpang.
3. Pelabuhan Jailolo kini menjadi pelabuhan singgah untuk KM Ngapulu, meningkatkan konektivitas antarpulau.
UPP Jailolo telah membentuk Tim Koordinasi yang terdiri dari berbagai pihak, termasuk Dishub, TNI AL, Polairud, dan otoritas kesehatan. Tujuan utama dari koordinasi ini adalah:
1.) Meningkatkan keamanan dan keselamatan penumpang.
3.) Memastikan distribusi logistik tidak terganggu selama periode Lebaran.
4.) Menjaga ketertiban di dalam dan sekitar pelabuhan agar arus mudik berjalan lancar.
Dengan evaluasi yang matang dan strategi baru yang diterapkan, UPP Jailolo berkomitmen untuk memberikan layanan angkutan Lebaran yang lebih aman, nyaman, dan efisien bagi para pemudik. Peningkatan koordinasi dengan berbagai pihak diharapkan dapat memastikan operasional pelabuhan tetap lancar meski menghadapi lonjakan jumlah penumpang. (Red).